Gerakan Posyandu Aktif, Menghidupkan Kembali Ujung Tombak Kesehatan di Sumbersuko
- Jul 22, 2026
- KIM MAYAPADA
KIM MAYAPADA - Sumbersuko, 22 Juli 2026. Pagi hari pukul 07.30 WIB, Balai Kecamatan Sumbersuko sudah dipenuhi semangat. Suasana hangat terasa sejak awal, karena para kader-kader desa hadir lebih awal untuk memenuhi undangan dari kecamatan dalam rangka sosialisasi, diskusi, dan edukasi tentang Posyandu. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata kepedulian terhadap masa depan kesehatan masyarakat.
Acara dibuka di pagi hari dengan senam bersama sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap kesehatan dan kebugaran tubuh. Gerak dan tawa yang mengiringi senam menciptakan keakraban antar kader. Kader yang sehat adalah kader yang berkualitas. Dengan tubuh yang bugar, pelayanan kepada masyarakat pun akan semakin optimal. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan berbagai sambutan dari tamu undangan yang istimewa.
Undangan tidak hanya dihadiri oleh sasaran utama yaitu kader dan bidan, tetapi juga dihadiri oleh Forkopimca, Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Lumajang, Tim Penggerak PKK Kabupaten Lumajang, Kepala Puskesmas Labruk Kidul, dan juga KIM Desa se-Kecamatan Sumbersuko. Kehadiran unsur lintas sektor ini menunjukkan bahwa Posyandu adalah tanggung jawab bersama. Tak lupa juga hadir narasumber utama dari Universitas Jember yang membawa ilmu dan wawasan baru bagi para peserta.
Dalam sambutannya, Ibu Luluk selaku Camat Sumbersuko sangat mengapresiasi kerja keras kader-kader Posyandu yang tanpa pamrih terus bersinergi menjadi ujung tombak berjalannya kegiatan Posyandu. Dedikasi mereka di lapangan menjadi kekuatan utama dalam menjangkau masyarakat.
"Posyandu di Kecamatan Sumbersuko sangat perlu ditingkatkan. Ada banyak sekali tantangan dan hambatan. Maka dari itu kader perlu banyak kesabaran," ujarnya.
Ketika memaparkan persentase tingkat keberhasilan Posyandu di desa-desa Kecamatan Sumbersuko, beliau menyampaikan bahwa persentase ini masih sekitar 75%. Artinya, 25% sasaran Posyandu belum benar-benar bisa berpartisipasi dalam kegiatan Posyandu. Angka ini menjadi bahan evaluasi bersama. Hal ini berarti edukasi, pemaparan, dan ajakan kader kepada sasaran perlu untuk ditingkatkan agar tidak ada warga yang tertinggal dari layanan dasar kesehatan.
Yang istimewa, acara ini juga dihadiri oleh Ibu Dewi Natalia Yudha Aji, S.Ked, istri Wakil Bupati yang juga selaku Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang. Kehadirannya memberikan semangat dan motivasi tersendiri bagi seluruh peserta. Tak henti-hentinya peran kader Posyandu terus mendapatkan pujian dan apresiasi atas ketangguhan dan dedikasinya dalam menjalankan tugas yang mulia ini.
"Gerakan Aktif Posyandu ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi langkah nyata kita bersama untuk menghidupkan kembali fungsi Posyandu secara optimal di tengah masyarakat. Aktivasi ini sangat krusial terutama dalam mendukung program prioritas pemerintah," sambutnya.
Berbagai sambutan dari tamu undangan yang istimewa turut menghangatkan suasana dan menjadi motivasi besar untuk para kader-kader Posyandu. Setiap pesan yang disampaikan menjadi pengingat bahwa perjuangan kader sangat dihargai. Tak lupa juga Ibu Farianingsih, S.ST., M.Kes selaku Kabid Dinkes P2KB Kabupaten Lumajang memberikan sambutan dan rasa bangga yang luar biasa kepada seluruh jajaran yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam menjalankan program-program kesehatan dan program prioritas pemerintah. Tidak ada habisnya apresiasi yang disampaikan kepada kader Kecamatan Sumbersuko, karena merekalah garda terdepan pelayanan kesehatan di desa.
Sebagai bentuk apresiasi, Kecamatan Sumbersuko turut memberikan penghargaan dan sertifikat kepada kader-kader yang berprestasi dan kader dengan masa bakti paling lama dari setiap desa. Pemberian penghargaan ini menjadi simbol penghormatan atas pengabdian panjang. Bukan hitungan bulan atau belasan tahun, tapi puluhan tahun yang telah dilewati dengan kesabaran dan dedikasi luar biasa serta semangat yang tak terhingga dalam menjalani tugas. Ini bukan tentang berapa lembar uang kertas yang didapat, tapi tentang keikhlasan dan kesabaran yang tidak ada ujungnya. Tentang waktu yang tidak dilewati dengan sia-sia, melainkan didedikasikan untuk kemaslahatan orang banyak.
Memasuki acara inti, bersama Ibu Mury, narasumber sekaligus Dosen dari Universitas Jember, diberikan edukasi dan pemaparan informasi tentang cara komunikasi, pendekatan, dan keakraban dengan lawan bicara. Materi ini disampaikan dengan interaktif sehingga peserta antusias mengikuti. Dalam hal ini, pemahaman komunikasi sangat diperlukan bagi kader sebagai pelayan masyarakat. Bagaimana memahami, menanggapi, dan menyelesaikan masalah komunikasi. Seringkali banyak sasaran Posyandu yang salah kaprah dan terjadi miskomunikasi tentang pentingnya berpartisipasi dalam kegiatan Posyandu. Untuk itu strategi komunikasi yang tepat sangat dibutuhkan.
"Orang Indonesia itu lebih banyak ngomongnya daripada mendengarnya. Untuk mendekati dan menjalin keakraban, maka kita harus menjadi pendengar yang baik. Memberikan pujian dan apresiasi adalah salah satu cara komunikasi yang tepat," jelasnya.
Untuk memperkuat pemahaman materi, para kader juga melakukan simulasi dan praktek pelayanan dengan mengangkat berbagai masalah yang sering terjadi di kegiatan Posyandu. Salah satunya adalah bagaimana menghadapi penyebaran hoax soal imunisasi di masyarakat. Penampilan simulasi ini sangat diapresiasi oleh seluruh tamu undangan. Suasana aula dipenuhi tepuk tangan dan gelak tawa ketika salah satu adegan dibawakan dengan cara yang lucu namun tetap mengena pesannya. Melalui praktek ini, kader dilatih untuk lebih siap, kreatif, dan komunikatif dalam menghadapi tantangan di lapangan.
Dengan semangat kebersamaan yang terbangun hari ini, diharapkan Gerakan Posyandu Aktif di Kecamatan Sumbersuko dapat terus hidup dan berkembang, membawa manfaat nyata bagi kesehatan ibu, anak, dan masyarakat secara keseluruhan.