Penyaluran Bantuan Pangan Perdana Desa Sentul 2026, Penyaluran Ketat Prioritaskan Ketepatan Sasaran 

  • Apr 15, 2026
  • HARY

KIM MAYAPADA – Pendopo Kantor Kepala Desa Sentul dipadati warga sejak pagi pada Rabu, 15 April 2025. Mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB, pemerintah desa menggelar Penyaluran Bantuan Pangan Perdana tahun 2026. Sebanyak 435 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) secara bergiliran menerima paket bantuan berupa 20 kilogram beras dari Bulog dan 4 liter minyak goreng.

Penyaluran kali ini menjadi yang pertama di tahun 2026 dan membawa sejumlah pembaruan. Jumlah penerima mengalami penyesuaian, dengan banyak wajah baru yang masuk dalam daftar. Penyesuaian dilakukan setelah verifikasi ulang, sehingga bantuan diyakini lebih tepat sasaran dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Meski disambut antusias, proses penyaluran berlangsung cukup lama. Antrean mengular karena prosedur yang diterapkan jauh lebih ketat. Setiap KPM wajib melalui beberapa tahap: pencocokan data dengan KTP dan Kartu Keluarga, verifikasi berkas, dokumentasi foto sebagai bukti penyaluran, hingga penyerahan beras dan minyak. Ketatnya prosedur ini menjadi alasan utama waktu pelayanan memakan waktu hampir seharian penuh.

Kegiatan penyaluran turut dihadiri oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Sentul yang ikut melakukan pengawasan serta memastikan keamanan dan ketertiban selama acara berlangsung. Kehadiran keduanya memberi rasa aman bagi warga yang mengantre sejak pagi.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah desa juga dibantu oleh rekan-rekan KIM Mayapada Desa Sentul dan rekan-rekan Karang Taruna Desa Sentul. Mereka berperan aktif mulai dari membantu pengaturan antrean, pendampingan warga lansia, hingga dokumentasi dan kelancaran distribusi paket bantuan di lapangan.

Hary, selaku Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat (Kaur Kesra) Desa Sentul, menjelaskan bahwa prosedur berlapis tersebut merupakan instruksi dari pemerintah pusat untuk memastikan akuntabilitas. "Kami memahami prosesnya jadi lebih lama dan warga harus sabar mengantre. Tapi ini demi kebaikan bersama, agar bantuan benar-benar sampai ke yang berhak dan tidak ada penyimpangan," ujarnya di sela kegiatan.

Dalam kesempatan itu, Hary juga meluruskan stigma yang kerap muncul di masyarakat. Ia menegaskan bahwa data 435 penerima murni ditetapkan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial berdasarkan DTKS dan hasil verifikasi terbaru. "Kami di desa hanya menyalurkan. Tidak ada rekayasa data dari pemerintah desa. Justru dengan sistem yang sekarang, celah untuk main data makin tertutup," tegasnya.

Para penerima menyambut baik bantuan tersebut meski harus menunggu lama. Bantuan 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng dinilai sangat membantu meringankan beban kebutuhan pokok, apalagi menjelang pertengahan tahun di mana harga bahan pangan cenderung fluktuatif.

Hary menutup dengan harapan agar bantuan ini memberi manfaat besar bagi warga. Ia juga meminta masyarakat aktif melapor jika menemukan penerima yang dinilai tidak layak, agar pendataan berikutnya semakin akurat. "Tujuan akhirnya sama: bantuan negara tepat sasaran, dan warga Sentul makin sejahtera," pungkasnya.

Kegiatan penyaluran ditutup pukul 16.00 WIB dengan tertib dan lancar, di bawah pengawalan perangkat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta dukungan penuh dari KIM Mayapada dan Karang Taruna Desa Sentul.